Politik : Seni.

“Politik itu adalah seni.” Tergantung aktornya bagaimana dia menempatkan dirinya diposisi mana. Seni mempunyai karakteristik yg berbeda masing masing ada sisi baik atau pun sebaliknya. Politik dan seni, ini kata yang harusnya mempunyai persepsi yang berbeda tapi 2 kata tersebut tidak berlaku lagi melainkan penggabungan 2 kata tersebut “politik seni”.

Sekarang pertanyaannya adalah ada korelasi apakah antara politik dan seni?

Saya selaku penulis menganalogikan politik layaknya seni karna didalam seni tersebut terdapat dua sisi, sisi baik dan sisi buruk. Oh bukan melainkan sisi baik dan sisi kejam.
Koalisi mudah dibongkar pasang. Sekarang sudah tidak lagi dikenal segmentasi kubu nasionalis, agamis dan sebagainya, layaknya pada masa orde baru. Positif? Entahlah.
Kesejahteraan rakyat masih belum makmur tetapi partai politik semakin menjamur.”

Jadi apa yang ingin dikejar oleh sebuah politik? Kursi kepemimpinan? Kesejahteraan? Ideologi pribadi? Entahlah. Tidak ada larangan berpolitik di negeri ini, karena politik yang sebenarnya adalah kegiatan yang sangat mulia untuk mensejahterakan kelompok yang besar, yakni rakyat.

Tapi apa slogan “dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat”. Masih berlaku?. Sepertinya untuk saat ini slogan tersebut hanya debu yang ditiup angin yang menyisakan butiran untuk meyakinkan kalau debu tersebut sudah hilang.

Belakangan banyak pertanyaan “kenapa politik dinegeri ini bersifat transaparan?”. Ya indonesia dengan politik yang sangat amat transaparan sampai tidak tahu akan kemana arahnya.

Anggap saja contoh. Belakangan ada seorang tokoh yang disiram oleh air keras beliau terluka dan terekam cctv tapi mengapa 1 tahun lebih tidak terungkap siapa pelakunya? Inilah seni politik dimana tingkat kekuasaan penuh dikendalikan oleh 1 orang penguasa. Hasil inilah mengapa politik sangat dibenci, mereka hanya berpihak oleh 1 punya kuasa tertinggi tidak memikirkan yang dibawah.

Politik bukan untuk dibenci, malah politik itu harus dipelajari. Banyak ilmu yang akan didapatkan jika ingin belajar mengenai politik, bisa ilmu positif, dan bisa juga ilmu negatif. Tergantung siapa yang mengajari dan bagaimana menangkap pelajaran tersebut. Karena sejatinya politik itu bukan suatu hal yang buruk, tetapi dengan politik lah kita dapat mengubah sesuatu menjadi baik.

1+1 belum tentu hasilnya 2, Inilah gaya politik.
Bagaimanapun politik harus keluar dari lingkaran setan penuh lobbying, penuh intrik dan penuh teka teki?

Jika kembali kepada makna, politik itu memanglah sebuah alat untuk mencapai kekuasaan. Tetapi, jikalau dipandang dari sudut teori klasik, politik itu sebenarnya adalah suatu hal untuk mencapai kebaikan bersama. Jadi berpolitik hanya untuk menggapai kekuasaan, lalu selesai karena dianggap sebagai target.

2019 indonesia akan dijajah oleh kejamnya politik dimana semua hal akan dihalalkan demi kepentingan suatu koalisi. Apakah demokrasi itu terlalu bebas sehingga menjamur sekali partai politik dengan berbagai sudut pandang baru? sepertinya tidak.

Kita harus mengubah persepsi masyarakat yang selalu memandang politik itu penuh dengan kerja kotor dalam arti licik, penuh intrik, menjadi politik yang nantinya akan dipandang indah karena menyejahterakan rakyatnya bukan menginjak rakyatnya.

Karena sejatinya rakyat tidak memerlukan janji politis, tetapi rakyat berharap semua pejabat dan politikus selalu ada untuknya.
Indonesia saat ini darurat kerja sama. Kerja sama dalam artian jika rakyat membutuhkan pemerintahnya, karena rakyat tidak ingin melihat pemimpinnya terbudak oleh koalisi partai, tetapi rakyat ingin melihat pemerintahnya itu ibarat garis lingkaran yang akan selalu menjaga rakyat yang ada di dalamnya.
Jika politik memanglah seni, berarti kegiatan berpolitik patut untuk dihargai. Politik itu dasarnya baik. Jika berjalan dengan tidak baik, jangan salahkan kegiatan berpolitiknya, tetapi salahkan oknum politikusnya.

Dari seorang pelajar smk yang “hanya” mengekspresikan ideologinya tentang politik – rakyat

Buta yang terburuk adalah buta politik. Dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik – berthold brecht (1898 – 1956), seorang penyair jerman

Iklan

Penulis: drmwndt

Good people, i'll try

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s